September, Selamat Datang… Itu saja
Sebulan sudah saya meninggalkan kota Medan. Meninggalkan kehidupan yang telah saya jalani selama tujuh tahun. Selamat tinggal kehidupan media koran di malam hari. Telah banyak cerita tentang Medan. Sekarang saatnya memulai level baru dalam hidup.
Sebulan juga saya telah merasakan kehidupan di Pulau Jawa, khususnya sekitar Semarang dan tentunya kota tercinta Salatiga. Sangat banyak pelajaran baru dalam hidup. Budaya dan kehidupan yang ada, membuatku merasa banyak hal baru yang dapat saya petik sebagai pembelajaran hidup. Learn more »
Menikmati Kopi Lelet di Rembang… Itu saja
Mengunjungi Kabupaten Rembang, menghadirkan pengalaman unik tentang mengelilingi sebuah kota. Kota yang terletak di pesisir pantai utara ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 2,5 jam ke arah timur dari Kota Semarang. Pusat kota tidak terlalu besar dan cenderung sepi. Suasananya panas, namun angin pantai yang sejuk akan dengan mudah kita rasakan saat kita berteduh di siang hari.
Kota yang terkenal dengan buah kawis—yang dapat dijadikan bahan baku produksi sirup kawis—dan buah siwalan ini merupakan daerah penghasil garam dan hasil laut. Sebagian besar penduduknya yang berada di pesisir pantai berprofesi sebagai nelayan dan petani garam. Hasil tangkapan lautnya tidak sedikit yang dikirim ke kota lain untuk dikemas dan diekspor ke luar negeri. Learn more »
Hhm… Hatiku tertinggal di Lidah Tanah
Kemarin aku menginjakkan kaki ke tempat yang asing bagiku. Sebuah tempat yang selama ini hanya ada dalam bayanganku. Aku takkan pernah menyangka akan bisa sampai di tempat itu. Yang selama ini mengisi mimpi-mimpiku, bagaimana suasananya, udaranya, kehangatannya dan tentunya keramahannya.
Bukan….bukan Medan. Tetapi kunamakan tempat itu Mayudari dan Lidah Tanah. Mungkin terlalu bagus untuk disebut perfect. Atau mungkin benar kata Naff, bila tempat itu adalah tak seindah yang semestinya. Namun aku mencintai tempat itu dengan sungguh-sungguh. Learn more »
Hhm… Pentil ban belakang yang lepas itu
Tak terasa 5 tahun sudah waktuku bersama Vega terlewati. Ada banyak kenangan indah bersamanya. Jalanan di kota Medan pun ikut menjadi saksi bisu, bagaimana lembutnya saat Vega melangkah. Tapi ada juga saat-saat sedih bersamanya. Saat tertusuk paku di jalan, kami merasakan sakit itu dan terpaksa berjalan pelan untuk mencari Tempel Ban (yah, di Medan tidak ada Tambal Ban). Terkadang malah membuatku harus menahan nafas saat melahap tikungan (hahaha…., ini karena suspensi belakang sudah tidak stabil lagi—bagai pinggang penyanyi dangdut yang bergoyang
). Pada intinya, kenangan itu telah meresap ke dalam hatiku. Itu saja yang perlu untuk diketahui. Learn more »
Hhm… Cepat sembuh Vale, kami merindukanmu
Valentino Rossi terjatuh dengan keras di tikungan 13 Biondetti chicane pada gelaran GRAN PREMIO D’ITALIA TIM di Mugello, Italia. Patah tulang kering kaki kanan menyebabkan Vale harus absen 5 bulan. Ini menjadi absen Valentino Rossi untuk pertama kali di MotoGP setelah debutnya di Malaysia tahun 1996, mematahkan rekornya tak pernah absen selama 230 gelaran Grand Prix MotoGP. Learn more »
I’m an entrepreneur… Itu saja
Menjadi luar biasa itu butuh kerja keras dan pengorbanan. Namun rasanya bukan pengorbanan jika saya mengikuti seminar I’m an entrepreneur kemarin tanggal 30 Mei 2010 yang bertempat di Keude Kupie. Bagi saya, mengikuti acara itu adalah lebih karena saya sangat….saya tegaskan sekali lagi, sangat ingin menjadi entrepreneur di bidang usaha kreatif. Learn more »
Hhm… Wisuda dikala jauh dari rumah
18.33 WIB sore ini.
Kalender di laptop menunjukkan tanggal 29 Mei 2010.
Kota Medan sejuk sore ini setelah kira-kira sejam yang lalu diguyur rintik hujan dimana matahari masih bersinar malu-malu. Ah, aku lupa melihat dari jendela apakah terbentuk pelangi di ufuk timur. Betapa aku telah melewatkan sesuatu yang jarang kujumpai akhir-akhir ini.
Namun, bukan itu yang membuat aku ingin menulis. Memang, sejuknya ini sangat membantu kenyamananku untuk memencet tombol ketik. Bukan juga karena di bulan Mei ini aku belum menulis satu tulisan pun untuk blog-ku. Aku ingin menulis karena terlalu banyak kenangan yang telah kulewati beberapa bulan ini yang mungkin akan terlupakan jika tidak aku tulis. Learn more »
Hhm… Hosting jebol, database Wordpress setahun hilang.
Arrgh, orang bilang pengalaman itu guru yang paling bijaksana.
Sebenarnya saya sudah banyak membuktikan hal tersebut. Namun baru kali ini rasanya, hal tersebut benar-benar harus saya tanamkan dalam benak pikiran. Bahwa saya harus kehilangan tulisan blog satu tahun, itu kenyataan. Harus merelakan tulisan satu tahun terakhir, itu lain hal. Sedih!!!
Beberapa minggu yang lalu, mendapati blog tidak dapat dibuka membuat galau. Cuma skripsi yang sedang saya jalani, membuat saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Dan celakanya untungnya saya diberitahu pihak asuransi bahwa saya pemenang harapan menulis di blog. Dikarenakan mereka butuh membuka link blog untuk memastikan, maka saya pun menelpon pihak penyedia hosting. Oh my God, ternyata hosting di Amerika sana jebol harddisk-nya. Data tidak dapat diselamatkan. Dan karena tidak pernah memback-up data, blog ini pun kembali berjalan dari titik start awal…
Hello world!
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!