<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bengkel Hati</title>
	<atom:link href="http://noegroho.net/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://noegroho.net</link>
	<description>.::karena setiap hati berbeda::.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 10:26:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>September, Selamat Datang&#8230; Itu saja</title>
		<link>http://noegroho.net/?p=38</link>
		<comments>http://noegroho.net/?p=38#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 00:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noegroho.net/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan sudah saya meninggalkan kota Medan. Meninggalkan kehidupan yang telah saya jalani selama tujuh tahun. Selamat tinggal kehidupan media koran di malam hari. Telah banyak cerita tentang Medan. Sekarang saatnya memulai level baru dalam hidup.
Sebulan juga saya telah merasakan kehidupan di Pulau Jawa, khususnya sekitar Semarang dan tentunya kota tercinta Salatiga. Sangat banyak pelajaran baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Sebulan sudah saya meninggalkan kota Medan. Meninggalkan kehidupan yang telah saya jalani selama tujuh tahun. Selamat tinggal kehidupan media koran di malam hari. Telah banyak cerita tentang Medan. Sekarang saatnya memulai level baru dalam hidup.</p>
<p>Sebulan juga saya telah merasakan kehidupan di Pulau Jawa, khususnya sekitar Semarang dan tentunya kota tercinta Salatiga. Sangat banyak pelajaran baru dalam hidup. Budaya dan kehidupan yang ada, membuatku merasa banyak hal baru yang dapat saya petik sebagai pembelajaran hidup. <span id="more-38"></span></p>
<p>Sering melewati jalan utama negara yang padat, dapat melatih kesabaran. Kontur jalan yang naik-turun, membutuhkan ekstra kesabaran. Saat di tanjakan ada truk ataupun kendaraan kontainer, kendaraan di belakang pun berjalan padat merayap. Ingin hati menyalip, pokoknya kalau kata orang Jawa “<em>hawane</em>” pengen <em>ngebut </em>nyalip truk-truk itu. Tapi&#8230;ada daya tenaga motor pinjaman dari bapak tak mampu menerjemahkan visi yang ada di dalam otak saya. Ya sudahlah,&#8230;.sabar ngekor di belakang sampai ada kesempatan untuk mendahului.</p>
<p>Melempar senyum kepada setiap orang juga bisa dijumpai dimanapun. Peduli terhadap orang di sekitar kita. Itu saja sudah merupakan hal menarik untuk dijalani. Hasilnya, dengan sebuah senyum, maka suasana cair dan akrab akan kita dapatkan.</p>
<p>Dengan sedikit kejelian dan ketekunan, lingkungan sekitar pun memberikan hal-hal yang menarik. Contohnya adalah koran yang dipajang di sekitar Lapangan Pancasila Salatiga. Setiap hari pasti diganti dengan koran yang terbit di hari tersebut, sehingga banyak warga yang membaca di tempat tersebut. Ada yang membaca berita, ada yang mencari lowongan kerja di koran, dsb. Budaya membaca memang sangat diperlukan demi majunya sebuah bangsa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Budaya Membaca di Salatiga" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs365.snc4/44783_1364262588105_1277825074_30845346_160548_n.jpg" alt="" width="432" height="324" /></p>
<p>Saat jalan-jalan di pasar Blauran Salatiga pun tak sengaja melihat sebuah gerobak penjual es yang ditempeli pelat nomor untuk sepeda motor. Entah apa maksudnya. Apakah memang asli atau bukan, yang pasti seakan-akan sudah terdaftar nomor serinya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Ada Pelat Nomor di Gerobak Es" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs182.ash2/44524_1364839882537_1277825074_30846416_2399905_n.jpg" alt="" width="378" height="504" /></p>
<p>Jalan ke Semarang bersama saudara juga membuat hati gelisah jika tidak merekamnya. Apa iya sih, ST12 merancang sepatu? Hehe <img src='http://noegroho.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  jangan tertipu. Itu hanya kode sebuah merk sepatu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Sepatunya ST12?" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs395.snc4/45828_1376795341416_1277825074_30877148_7849082_n.jpg" alt="" width="378" height="504" /></p>
<p>Ah, yang pastinya selalu banyak hal yang dapat didapat.</p>
<p>Bukan kebetulan jika ini sudah bulan September. Apa rencana Anda untuk mengisi bulan ini? Kalau saya ingin mengisinya dengan terus belajar tentang kehidupan. Belajar bagi saya adalah hal-hal sederhana di sekitar yang menarik. Interaksi dengan lingkungan membuat banyak hal baru yang bisa direkam baik lewat foto maupun tulisan. Sisi-sisi humanisme setiap kehidupan kota pasti selalu menarik untuk diangkat. Terima kasih untuk <a href="http://ipoet.net" target="_blank"><strong>wak Putra</strong></a> dan <a href="http://kutaraja.net" target="_blank"><strong>wak Zacky</strong></a>. Teman di Medan yang mengajari untuk terus berjuang demi kehidupan yang adil, memihak kepada kejujuran dan kebenaran.</p>
<p>Realita bahwa kehidupan terus bergerak, adalah sesuai dengan hukum tarik-menarik. Teori menurut <strong>Einstein </strong>bahwa waktu itu adalah ilusi, segala sesuatu terjadi secara bersamaan. Hal itu memungkinkan bahwa yang terjadi di masa depan sebenarnya sudah terjadi di masa kini. Jika kita mengingini sesuatu dan percaya, maka kita akan mengirimkan frekuensi ke Semesta, dan Semesta akan mengirim balik kepada kita apa yang kita inginkan. Maka saya yakin suatu saat akan pergi ke Eropa. Saya merasa sudah mendapatkan tiket tersebut.</p>
<p><strong>Keyakinan</strong>, <strong>Iman </strong>dan <strong>Harapan </strong>sudah seharusnya ada dalam diri kita. Itu yang membuat kita tetap hidup.</p>
<p>Selamat hari Rabu. Selamat datang bulan September. Sudahkah Anda merencanakan sesuatu di bulan ini? Jika belum, mulailah&#8230;.Saat ini juga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noegroho.net/?feed=rss2&amp;p=38</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Kopi Lelet di Rembang&#8230; Itu saja</title>
		<link>http://noegroho.net/?p=32</link>
		<comments>http://noegroho.net/?p=32#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 14:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Kawis]]></category>
		<category><![CDATA[Lelet]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noegroho.net/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Mengunjungi Kabupaten Rembang, menghadirkan pengalaman unik tentang mengelilingi sebuah kota. Kota yang terletak di pesisir pantai utara ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 2,5 jam ke arah timur dari Kota Semarang. Pusat kota tidak terlalu besar dan cenderung sepi. Suasananya panas, namun angin pantai yang sejuk akan dengan mudah kita rasakan saat kita berteduh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Mengunjungi Kabupaten Rembang, menghadirkan pengalaman unik tentang mengelilingi sebuah kota. Kota yang terletak di pesisir pantai utara ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 2,5 jam ke arah timur dari Kota Semarang. Pusat kota tidak terlalu besar dan cenderung sepi. Suasananya panas, namun angin pantai yang sejuk akan dengan mudah kita rasakan saat kita berteduh di siang hari.</p>
<p>Kota yang terkenal dengan buah kawis—yang dapat dijadikan bahan baku produksi sirup kawis—dan buah siwalan ini merupakan daerah penghasil garam dan hasil laut. Sebagian besar penduduknya yang berada di pesisir pantai berprofesi sebagai nelayan dan petani garam. Hasil tangkapan lautnya tidak sedikit yang dikirim ke kota lain untuk dikemas dan diekspor ke luar negeri.<span id="more-32"></span></p>
<p>Tempat wisata yang dapat dikunjungi adalah Dampo Awang Beach. Sebelum dikelola pihak swasta, pantai ini dulunya bernama Pantai Kartini. Di dalamnya kita bisa menjumpai arena permainan Outbond untuk anak-anak dan Flying Fox. Banana boat pun dapat kita coba jika ingin merasakan sensasi basah-basah di pantai ini.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img title="Dampo Awang Beach" src="http://farm5.static.flickr.com/4119/4910630974_c0f30c0d15.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Jangkar Dampo Awang yang melegenda</p></div>
<p>Tetapi ada satu hal yang menarik. Meski kurang terkenal, kota Rembang menawarkan tradisi yang akan mengundang selera untuk kalangan penikmat kopi dan perokok. Namanya kopi lelet (diucapkan bukan seperti saat kita menyebut ikan lele, melainkan seperti saat kita menyebut huruf e pada kata lemah). Dengan mudah, kita bisa jumpai warung kopi lelet di hampir setiap sudut kota.</p>
<p>Salah satunya yang adalah warung kopi lelet yang ada di Alun-alun kota. Warung bertipe lesehan ini dengan hangat langsung menawarkan pilihan kopi yang ada, mau yang original atau yang memakai tambahan susu. Saat kopinya diminum langsung terasa, bahwa kopinya telah diayak/disaring dengan lembut. Tidak terasa ada ampas kopinya lagi. Sungguh dapat menghangatkan badan dari tiupan angin yang lumayan adem. Segelas kopi lelet dapat kita dapatkan hanya dengan harga Rp 3000.</p>
<p>Iwan, salah satu penikmat kopi lelet, mengatakan hampir setiap malam ia menghabiskan waktu sekitar kurang lebih dua jam untuk nongkrong di warung kopi. “Kopinya itu lembut mas, dan yang penting bisa untuk membuat rokok lelet. Ini yang menarik saya, selain tentunya ngobrol ngalor-ngidul dengan sesama pengunjung setia,” kata Iwan sambil mulai membuat rokok lelet.</p>
<p>Ya, biasanya kopi lelet digunakan untuk membuat rokok lelet. Caranya juga dengan mudah dapat kita praktekkan langsung. Pertama kali, kopi lelet dituang sedikit di cawan. Lalu dengan tisu yang disediakan, kopi diserap hingga menyisakan sedikit ampas lembutnya. Tuangkan susu kental manis yang telah disediakan dengan porsi beberapa tetes aja pada ampas kopi tersebut. Aduk sampai rata. Lalu leletkan (dioleskan) ampas kopi tersebut pada batang rokok, bisa menggunakan sendok, tusuk gigi maupun benang yang telah disediakan. Setelah selesai, rokok yang telah dilelet dibariskan pada batang kayu yang telah disediakan untuk sedikit mengeringkan rokok yang telah dilelet.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img title="Rokok Lelet" src="http://farm5.static.flickr.com/4136/4910024239_d74046679c.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Rokok yang telah dilelet dengan kopi lelet</p></div>
<p>Iwan pun mulai menyalakan sebatang rokok yang telah dilelet, lalu menghisapnya dengan nikmat. “Rasa dan aroma kopinya akan <em>kerasa</em> saat dihisap mas,” tambah Iwan dengan logat kas Rembang.</p>
<p>Meski saya sendiri tidak merokok, tetapi menikmati suasana ngopi dan membuat rokok lelet sungguh merupakan cara unik untuk menghabiskan malam di kota Rembang. Tertarik mencoba?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noegroho.net/?feed=rss2&amp;p=32</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hhm&#8230; Hatiku tertinggal di Lidah Tanah</title>
		<link>http://noegroho.net/?p=28</link>
		<comments>http://noegroho.net/?p=28#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 23:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Lidah Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noegroho.net/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin aku menginjakkan kaki ke tempat yang asing bagiku. Sebuah tempat yang selama ini hanya ada dalam bayanganku. Aku takkan pernah menyangka akan bisa sampai di tempat itu. Yang selama ini mengisi mimpi-mimpiku, bagaimana suasananya, udaranya, kehangatannya dan tentunya keramahannya.
Bukan&#8230;.bukan Medan. Tetapi kunamakan tempat itu Mayudari dan Lidah Tanah. Mungkin terlalu bagus untuk disebut perfect. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Kemarin aku menginjakkan kaki ke tempat yang asing bagiku. Sebuah tempat yang selama ini hanya ada dalam bayanganku. Aku takkan pernah menyangka akan bisa sampai di tempat itu. Yang selama ini mengisi mimpi-mimpiku, bagaimana suasananya, udaranya, kehangatannya dan tentunya keramahannya.</p>
<p>Bukan&#8230;.bukan Medan. Tetapi kunamakan tempat itu Mayudari dan Lidah Tanah. Mungkin terlalu bagus untuk disebut <em>perfect</em>. Atau mungkin benar kata Naff, bila tempat itu adalah tak seindah yang semestinya. Namun aku mencintai tempat itu dengan sungguh-sungguh.<span id="more-28"></span></p>
<p>Takkan pernah ada yang sanggup menggantikan tempat itu. <em>Irreplaceable</em>. Hamparan pasir dan aroma daerah mangrove masih melekat erat. Mungkin tak sewangi deretan parfum import di mal-mal besar, namun justru apa adanya itulah yang membuatnya istimewa.</p>
<p>Berkunjung ke tempat itu, membuatku semakin kuat. Aku semakin mengerti bagaimana untuk mempelajari kehidupan. Aku belajar bagaimana susahnya menanti kesabaran, aku belajar menetapkan prioritas, belajar menepati janji, belajar mendengarkan (dan ini yang dari dulu sulit kulakukan), belajar mencintai sesuatu dengan tulus, belajar bekerja keras, belajar berkorban untuk sesuatu yang kita ingin capai, belajar menerima keadaan meski kadang tak sesuai dengan yang kita inginkan.</p>
<p>Ketika aku mengunjunginya, pertama kali, rasanya aku tak diterima di tempat tersebut. Hanya aku sendiri yang merasakan, takkan bisa kubilang ke orang lain. Tapi yakinlah, aku dapat merasakannya. Seiring waktu yang terus berjalan, akhirnya aku sadar dimana keindahannya. Dan tempat tersebut mulai menyediakan tempat bagiku. Kadang ada tawa, kadang ada tangis. Ya, tangis juga ada di tempat yang indah tersebut. Aku kadang menangis karena aku merasa belum cukup ilmu yang kuperoleh, sehingga aku tidak sanggup menambah keindahan tempat itu.</p>
<blockquote><p>Yang pasti, <strong>takkan ada yang sia-sia</strong>. <strong>TIDAK</strong> <strong>ADA </strong>yang  namanya <strong>KEBETULAN</strong>.</p></blockquote>
<p>Pada akhirnya, harus <span style="text-decoration: line-through;">kudapatkan </span>kerelakan tempat itu. Belumlah cukup aku hanya disitu saja. Perbedaan suasananya, membuatku harus menjauh. Sedih juga&#8230;.meski aku sangat mencintai tempat tersebut.</p>
<p>Mungkin aku akan pergi dari tempat itu untuk sementara, atau aku pergi untuk selamanya. Hanya detik di jam dinding kamarku seperti di pagi ini aku menulis, yang akan mengerti jawabannya. Yang pasti, <strong>takkan ada yang sia-sia</strong>. <strong>TIDAK</strong> <strong>ADA </strong>yang namanya <strong>KEBETULAN</strong>. Aku belajar dari tempat itu. Dan tempat itu sedikit kubuat menjadi lebih indah (menurutku <img src='http://noegroho.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Biarlah tempat itu semakin bersinar dengan jalannya sendiri. Aku sudah membuat pondasinya. Aku yakin tempat itu akan selalu dikunjungi banyak orang. Kadang mungkin ada yang membuang sampah diatasnya, namun aku juga yakin masih ada orang-orang yang dengan tulus dan baik hati akan membersihkannya, menjaganya agar tetap menawan.</p>
<p>Namun yakinlah, sampai kapanpun aku hidup, tempat itu takkan pernah terlupa. Hatiku telah tertinggal setengahnya di tempat itu. Dengan meninggalkan setengah hatiku, aku menjadi semakin kuat berkali-kali lipatnya. Meski aku <span style="text-decoration: line-through;">ingin</span> lupa <span style="text-decoration: line-through;">memeluk</span> menggenggam erat tanahnya, tapi pasti tempat itu tahu bahwa itu tak perlu kulakukan. Ia pasti tahu itu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noegroho.net/?feed=rss2&amp;p=28</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hhm… Pentil ban belakang yang lepas itu</title>
		<link>http://noegroho.net/?p=24</link>
		<comments>http://noegroho.net/?p=24#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 19:11:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[ban]]></category>
		<category><![CDATA[pentil]]></category>
		<category><![CDATA[vega]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noegroho.net/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa 5 tahun sudah waktuku bersama Vega terlewati. Ada banyak kenangan indah bersamanya. Jalanan di kota Medan pun ikut menjadi saksi bisu, bagaimana lembutnya saat Vega melangkah. Tapi ada juga saat-saat sedih bersamanya.  Saat tertusuk paku di jalan, kami merasakan sakit itu dan terpaksa berjalan pelan untuk mencari Tempel Ban (yah, di Medan tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa 5 tahun sudah waktuku bersama Vega terlewati. Ada banyak kenangan indah bersamanya. Jalanan di kota Medan pun ikut menjadi saksi bisu, bagaimana lembutnya saat Vega melangkah. Tapi ada juga saat-saat sedih bersamanya.  Saat tertusuk paku di jalan, kami merasakan sakit itu dan terpaksa berjalan pelan untuk mencari Tempel Ban (yah, di Medan tidak ada Tambal Ban). Terkadang malah membuatku harus menahan nafas saat melahap tikungan (hahaha…., ini karena suspensi belakang sudah tidak stabil lagi—bagai pinggang penyanyi dangdut yang bergoyang <img src='http://noegroho.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Pada intinya, kenangan itu telah meresap ke dalam hatiku. Itu saja yang perlu untuk diketahui.<span id="more-24"></span></p>
<p>Saking sayangnya aku pada Vega, jarang kukasih pinjam ke orang. Bukannya aku termasuk orang yang pelit. Tetapi, jarang ada yang mengerti bagaimana harus memperlakukannya. Aku hanya takut, jika ternyata Vega tak sesuai dengan ekspektasi mereka.</p>
<p>Dan pada akhirnya, terjadi juga. Pentil ban belakang itu terlepas sendirinya. Bukan masalah jika saat itu aku mengendarainya—meski 5 tahun berlalu, baru kali ini terjadi. Namun, saat itu justru sedang dipinjam adek-adekku. Aihhh, rasanya tak patut…mereka mendorong segitu jauhnya. Wah, pasti jadi ada yang mengganjal. Dikira tidak rela meminjamkan nih. Tapi itulah yang terjadi di hari kemarin. Kejadian yang datangnya sangat tak tepat waktu.  Ya sudahlah…</p>
<p>Menjadi pembelajaran bagiku, bahwa kadang hidup tak seperti yang diinginkan. Pengennya menyenangkan orang lain, eh terkadang malah membawa beban dalam kehidupan mereka. Tapi toh, klo kita ikhlas, pasti akan ada hikmah yang dapat diambil. Itu saja untuk tulisan kali ini. <img src='http://noegroho.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noegroho.net/?feed=rss2&amp;p=24</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hhm… Cepat sembuh Vale, kami merindukanmu</title>
		<link>http://noegroho.net/?p=19</link>
		<comments>http://noegroho.net/?p=19#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 02:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[MotoGp]]></category>
		<category><![CDATA[mugello]]></category>
		<category><![CDATA[valentino rossi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noegroho.net/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Valentino Rossi terjatuh dengan keras di tikungan 13 Biondetti chicane pada gelaran GRAN PREMIO D&#8217;ITALIA TIM di Mugello, Italia. Patah tulang kering kaki kanan menyebabkan Vale harus absen 5 bulan. Ini menjadi absen Valentino Rossi untuk pertama kali di MotoGP setelah debutnya di Malaysia tahun 1996, mematahkan rekornya tak pernah absen selama 230 gelaran Grand [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Valentino Rossi terjatuh dengan keras di tikungan 13 Biondetti <em>chicane </em>pada gelaran GRAN PREMIO D&#8217;ITALIA TIM di Mugello, Italia. Patah tulang kering kaki kanan menyebabkan Vale harus absen 5 bulan. Ini menjadi absen Valentino Rossi untuk pertama kali di MotoGP setelah debutnya di Malaysia tahun 1996, mematahkan rekornya tak pernah absen selama 230 gelaran Grand Prix MotoGP.<span id="more-19"></span></p>
<p>Sungguh, rasanya hampa hati ini. Menunggu 5 bulan untuk kembalinya seorang bintang seperti Vale adalah waktu yang teramat lama. Seorang <strong>Nicky Hayden</strong> berkata, “Rossi lebih besar dari persaingan, olahraga ini tidak akan sama tanpa Rossi. Ini sama sekali tidak menyenangkan. Tidak ada orang yang ingin melihatnya menderita seperti itu”. Manajer direktur Motor Racing Yamaha, <strong>Lin Jarvis</strong> juga mengatakan,“Ini merupakan hari yang sangat menyedihkan buat kami dan tim Fiat Yamaha, melihat Rossi menderita dan mengalami cedera yang sangat serius untuk pertama kalinya.”</p>
<p><img class="alignnone" title="Vale crashes at Mugello, 2010" src="http://farm5.static.flickr.com/4028/4677329904_2d02b437f8.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p><img class="alignnone" title="Valentino Rossi" src="http://farm2.static.flickr.com/1294/4676698341_4927c29c7b.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Melihat foto dan rekaman fotonya, jelas sekali Vale mengalami kesakitan yang luar biasa. Namun Vale lebih kecewa karena ia tidak bisa tampil di <em>home race</em>-nya. Ia kecewa karena tidak akan bisa menyenangkan fans fanatiknya yang berasal dari Italia dan tentunya dari seluruh dunia.</p>
<p>&#8220;Firstly I want to say how sad I am for Valentino. I know how bad it is to be injured, especially at your home race, and it looks very painful for him. I hope he recovers quickly because the Championship will not be the same without him,” kata Jorge Lorenzo. Hal itu sungguh menggambarkan betapa pentingnya Valentino Rossi untuk dunia balap sepeda motor.</p>
<blockquote><p>“Kejuaraan tidak akan sama tanpanya”, kata Lorenzo.</p></blockquote>
<p>Tetapi operasi di Florence telah berhasil dilalui dengan baik. Terima kasih untuk <strong>Dokter Roberto Buzzi</strong> dan <strong>Dokter Claudio Cost</strong>a. Selama Vale dalam masa penyembuhan, selama itulah kami akan terus sabar menanti. Dunia akan merindukan <em>late breaking</em> terhebat, <em>overtaking</em> terindah, serta selebrasi-selebrasi unik dari Valentino Rossi. Cepat sembuh Vale, kami merindukanmu…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noegroho.net/?feed=rss2&amp;p=19</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I’m an entrepreneur&#8230; Itu saja</title>
		<link>http://noegroho.net/?p=12</link>
		<comments>http://noegroho.net/?p=12#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 03:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[creative]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noegroho.net/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi luar biasa itu butuh kerja keras dan pengorbanan. Namun rasanya bukan pengorbanan jika saya mengikuti seminar I’m an entrepreneur kemarin tanggal 30 Mei 2010 yang bertempat di Keude Kupie. Bagi saya, mengikuti acara itu adalah lebih karena saya sangat&#8230;.saya tegaskan sekali lagi, sangat ingin menjadi entrepreneur di bidang usaha kreatif.
Menarik sekali mendengarkan sang pembicara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi luar biasa itu butuh kerja keras dan pengorbanan. Namun rasanya bukan pengorbanan jika saya mengikuti seminar I’m an entrepreneur kemarin tanggal 30 Mei 2010 yang bertempat di Keude Kupie. Bagi saya, mengikuti acara itu adalah lebih karena saya sangat&#8230;.saya tegaskan sekali lagi, sangat ingin menjadi entrepreneur di bidang usaha kreatif.<span id="more-12"></span></p>
<p>Menarik sekali mendengarkan sang pembicara utama, mas <a href="http://mybothsides.com/" target="_self">Arief Budiman</a>, memaparkan pengalaman-pengalaman pribadinya membangun sebuah perusahaan kreatif dari nol kilometer. Sebelumnya sih, memang ada dua pembicara. Yang pertama mas <a href="http://ronald.saragih.net/">Ronald Rianda Saragih</a>, membawakan Technology Start-up. Dan yang kedua, mas <a href="http://ipoet.net/" target="_self">Putra Nasution</a> dengan Creative Start-up. Ketiganya menarik untuk didengarkan dan sah-sah saja bila ternyata kita menjadi tertarik untuk mengikuti apa yang mereka bagikan.</p>
<p><a href="http://noegroho.net/wp-content/uploads/2010/05/Andy_003.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-16" title="I'm an entrepreneur" src="http://noegroho.net/wp-content/uploads/2010/05/Andy_003-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Namun, untuk kali ini saya hanya ingin bercerita tentang pengalaman singkat saya bisa bertemu dengan seorang pengusaha kreatif yang sukses bernama mas Arief Budiman. Sejujurnya, jauh sebelum acara ini digelar, saya tidak terlalu mengenal siapa mas Arief itu. Toh, dari internet pun bahkan tidak secara spesifik membantu saya mengenal karakternya. Ternyata, pada seminar itulah saya benar-benar mengetahui seorang Arif Budiman (tapi ini pun belum mewakili bahwa saya telah benar-benar mengenalnya). Setidaknya bisa menjadi panutan bagi orang muda seperti saya untuk memulai sukses sejak muda, dengan mengembangkan usaha sendiri.</p>
<blockquote><p>Kreatifitas adalah melihat masalah sebagai peluang.</p></blockquote>
<p>Ia mengatakan di bagian paling akhir, bahwa kita harus beriman. Menjadi seorang yang sukses itu, harus banyak memberi sedekah, beramal, dan bekerja keras. Kita harus jeli memilih usaha. Dicontohkan dengan filosofi menanam padi dan menanam mangga. Dengan menanam padi, maka sekali tanam akan menghasilkan sekali panen. Namun jika kita menanam mangga, dengan kesabaran yang kita butuhkan, sekali menanam kita akan menghasilkan panenan berkali-kali. Masalah itu harus kita jadikan peluang.</p>
<p>Jadi saya sudah menentukan pilihan&#8230;.yang mana ituh? Ah, Anda sudah tahu jawaban saya apa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noegroho.net/?feed=rss2&amp;p=12</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hhm&#8230; Wisuda dikala jauh dari rumah</title>
		<link>http://noegroho.net/?p=7</link>
		<comments>http://noegroho.net/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 16:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noegroho.net/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[18.33 WIB sore ini.
Kalender di laptop menunjukkan tanggal 29 Mei 2010.
Kota Medan sejuk sore ini setelah kira-kira sejam yang lalu diguyur rintik hujan dimana matahari masih bersinar malu-malu. Ah, aku lupa melihat dari jendela apakah terbentuk pelangi di ufuk timur. Betapa aku telah melewatkan sesuatu yang jarang kujumpai akhir-akhir ini.
Namun, bukan itu yang membuat aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>18.33 WIB sore ini.</p>
<p>Kalender di laptop menunjukkan tanggal 29 Mei 2010.</p>
<p>Kota Medan sejuk sore ini setelah kira-kira sejam yang lalu diguyur rintik hujan dimana matahari masih bersinar malu-malu. Ah, aku lupa melihat dari jendela apakah terbentuk pelangi di ufuk timur. Betapa aku telah melewatkan sesuatu yang jarang kujumpai akhir-akhir ini.</p>
<p>Namun, bukan itu yang membuat aku ingin menulis. Memang, sejuknya ini sangat membantu kenyamananku untuk memencet tombol ketik. Bukan juga karena di bulan Mei ini aku belum menulis satu tulisan pun untuk blog-ku. Aku ingin menulis karena terlalu banyak kenangan yang telah kulewati beberapa bulan ini yang mungkin akan terlupakan jika tidak aku tulis.<span id="more-7"></span></p>
<p>Ya, wisuda&#8230; memang itulah yang akan mudah dikenang. Foto memang dapat menunjukkan dengan jelas kejadian itu. Pada tanggal 22 Mei 2010, aku, Stephanus Andy Nugroho, diwisuda dengan gelar Sarjana Teknik. Banyak kulihat teman-temanku dan orang tuanya yang menitikkan air mata. Mereka terlihat haru dalam suasana tersebut. Tapi dalam hati, aku berkata, bukan itu tujuan utamaku. Bagiku ijazah hanya merupakan bonus untuk kerja kerasku, dimana aku harus membagi waktuku untuk bekerja dan kuliah. Bukan pada wisuda itu aku menangis, justru disaat dinyatakan lulus setelah sidang meja hijaulah aku mengucapkan syukurku pada yang Diatas. Wisuda hanya merupakan seremoni untuk penegasan dengan acara foto-foto.</p>
<p>Bukannya aku iri dikala wisuda, orang tuaku tak bisa hadir. Memang orang tuaku jauh disana, di tanah seberang. Toh, ibu kost —yang mewakili orang tuaku—juga merupakan orang tuaku. Aku lebih memaknai bagaimana proses aku mendapatkan ijazah S1 tersebut.</p>
<p>Sesuai dengan keinginan awalku, akhirnya aku mendapatkan banyak teman yang begitu berharga. Aku dapat masuk ke tempat yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Ranah blogosphere adalah termasuk hasil terbaikku dari aku kuliah. Kemudian teman-teman yang berdiri di belakangnya. Mereka seperti saudara bagiku.</p>
<p>Perpustakaan Daerah Kota Medan juga merupakan saksi yang akan terus menyimpan kenanganku. Buku-buku yang sulit dicari, dapat kutemukan disitu. Kemudian tempat-tempat makan di Medan, seperti Pizza Hut, Bakso Amat, Mie Ayam Jamur, Mie Jogja Pak Karso, Soul Garden Sun Plaza, Steak &amp; Shake, Surabi Bandung di ujung Jl. Juanda, Nasi Uduk Jakarta Jl. Setiabudi (Sweaterku pernah ketinggalan, untung segera ingat. Gak jadi ilang deh), Pujasera di belakang Hotel Madani, Fountain, dan beberapa tempat yang lain adalah tempat aku merasa rileks, tempat aku menemukan cinta disaat aku stress skripsi dan masalah lainnya.</p>
<blockquote><p>Tapi sebenarnya aku menemukan cinta di kota ini, budayanya, suasana  kotanya, keramahan penduduknya.</p></blockquote>
<p>Akhirnya memang aku mempunyai keterikatan dengan Kota Medan. Tujuh tahun aku telah mengenal kota yang indah ini. Semrawut lalu lintasnya, iya. Logatnya keras, iya. Tapi sebenarnya aku menemukan cinta di kota ini, budayanya, suasana kotanya, keramahan penduduknya. Istimewa&#8230;.akan terus kukenang.</p>
<p>Jadi, wisuda hanyalah awal dari jalan panjangku. Sebentar lagi aku akan pulang, melihat lagi kota kelahiranku. Akan kubawa foto wisudaku untuk orang tuaku tercinta. Tapi dengan bangga akan kuceritakan tentang bagaimana aku melewati itu semua. Aku akan wujudkan janjiku untuk sukses di usia muda.</p>
<p>Aku baru bangga disaat orang tuaku menangis bahagia, melihat aku sukses. Ibu, jangan Engkau bersedih lagi. Anakmu akan segera pulang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noegroho.net/?feed=rss2&amp;p=7</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hhm&#8230; Hosting jebol, database Wordpress setahun hilang.</title>
		<link>http://noegroho.net/?p=3</link>
		<comments>http://noegroho.net/?p=3#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 15:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noegroho.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Arrgh, orang bilang pengalaman itu guru yang paling bijaksana.
Sebenarnya saya sudah banyak membuktikan hal tersebut. Namun baru kali ini rasanya, hal tersebut benar-benar harus saya tanamkan dalam benak pikiran. Bahwa saya harus kehilangan tulisan blog satu tahun, itu kenyataan. Harus merelakan tulisan satu tahun terakhir, itu lain hal. Sedih!!!
Beberapa minggu yang lalu, mendapati blog tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Arrgh, orang bilang pengalaman itu guru yang paling bijaksana.</p></blockquote>
<p>Sebenarnya saya sudah banyak membuktikan hal tersebut. Namun baru kali ini rasanya, hal tersebut benar-benar harus saya tanamkan dalam benak pikiran. Bahwa saya harus kehilangan tulisan blog satu tahun, itu kenyataan. Harus merelakan tulisan satu tahun terakhir, itu lain hal. Sedih!!!</p>
<p>Beberapa minggu yang lalu, mendapati blog tidak dapat dibuka membuat galau. Cuma skripsi yang sedang saya jalani, membuat saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Dan<span style="text-decoration: line-through;"> celakanya</span> untungnya saya diberitahu pihak asuransi bahwa saya pemenang harapan menulis di blog. Dikarenakan mereka butuh membuka link blog untuk memastikan, maka saya pun menelpon pihak penyedia hosting. Oh my God, ternyata hosting di Amerika sana jebol harddisk-nya. Data tidak dapat diselamatkan. Dan karena tidak pernah memback-up data, blog ini pun kembali berjalan dari titik start awal&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noegroho.net/?feed=rss2&amp;p=3</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://noegroho.net/?p=1</link>
		<comments>http://noegroho.net/?p=1#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 16:15:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noegroho.net/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noegroho.net/?feed=rss2&amp;p=1</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
