September, Selamat Datang… Itu saja

Sebulan sudah saya meninggalkan kota Medan. Meninggalkan kehidupan yang telah saya jalani selama tujuh tahun. Selamat tinggal kehidupan media koran di malam hari. Telah banyak cerita tentang Medan. Sekarang saatnya memulai level baru dalam hidup.

Sebulan juga saya telah merasakan kehidupan di Pulau Jawa, khususnya sekitar Semarang dan tentunya kota tercinta Salatiga. Sangat banyak pelajaran baru dalam hidup. Budaya dan kehidupan yang ada, membuatku merasa banyak hal baru yang dapat saya petik sebagai pembelajaran hidup.

Sering melewati jalan utama negara yang padat, dapat melatih kesabaran. Kontur jalan yang naik-turun, membutuhkan ekstra kesabaran. Saat di tanjakan ada truk ataupun kendaraan kontainer, kendaraan di belakang pun berjalan padat merayap. Ingin hati menyalip, pokoknya kalau kata orang Jawa “hawane” pengen ngebut nyalip truk-truk itu. Tapi…ada daya tenaga motor pinjaman dari bapak tak mampu menerjemahkan visi yang ada di dalam otak saya. Ya sudahlah,….sabar ngekor di belakang sampai ada kesempatan untuk mendahului.

Melempar senyum kepada setiap orang juga bisa dijumpai dimanapun. Peduli terhadap orang di sekitar kita. Itu saja sudah merupakan hal menarik untuk dijalani. Hasilnya, dengan sebuah senyum, maka suasana cair dan akrab akan kita dapatkan.

Dengan sedikit kejelian dan ketekunan, lingkungan sekitar pun memberikan hal-hal yang menarik. Contohnya adalah koran yang dipajang di sekitar Lapangan Pancasila Salatiga. Setiap hari pasti diganti dengan koran yang terbit di hari tersebut, sehingga banyak warga yang membaca di tempat tersebut. Ada yang membaca berita, ada yang mencari lowongan kerja di koran, dsb. Budaya membaca memang sangat diperlukan demi majunya sebuah bangsa.

Saat jalan-jalan di pasar Blauran Salatiga pun tak sengaja melihat sebuah gerobak penjual es yang ditempeli pelat nomor untuk sepeda motor. Entah apa maksudnya. Apakah memang asli atau bukan, yang pasti seakan-akan sudah terdaftar nomor serinya.

Jalan ke Semarang bersama saudara juga membuat hati gelisah jika tidak merekamnya. Apa iya sih, ST12 merancang sepatu? Hehe :) jangan tertipu. Itu hanya kode sebuah merk sepatu.

Ah, yang pastinya selalu banyak hal yang dapat didapat.

Bukan kebetulan jika ini sudah bulan September. Apa rencana Anda untuk mengisi bulan ini? Kalau saya ingin mengisinya dengan terus belajar tentang kehidupan. Belajar bagi saya adalah hal-hal sederhana di sekitar yang menarik. Interaksi dengan lingkungan membuat banyak hal baru yang bisa direkam baik lewat foto maupun tulisan. Sisi-sisi humanisme setiap kehidupan kota pasti selalu menarik untuk diangkat. Terima kasih untuk wak Putra dan wak Zacky. Teman di Medan yang mengajari untuk terus berjuang demi kehidupan yang adil, memihak kepada kejujuran dan kebenaran.

Realita bahwa kehidupan terus bergerak, adalah sesuai dengan hukum tarik-menarik. Teori menurut Einstein bahwa waktu itu adalah ilusi, segala sesuatu terjadi secara bersamaan. Hal itu memungkinkan bahwa yang terjadi di masa depan sebenarnya sudah terjadi di masa kini. Jika kita mengingini sesuatu dan percaya, maka kita akan mengirimkan frekuensi ke Semesta, dan Semesta akan mengirim balik kepada kita apa yang kita inginkan. Maka saya yakin suatu saat akan pergi ke Eropa. Saya merasa sudah mendapatkan tiket tersebut.

Keyakinan, Iman dan Harapan sudah seharusnya ada dalam diri kita. Itu yang membuat kita tetap hidup.

Selamat hari Rabu. Selamat datang bulan September. Sudahkah Anda merencanakan sesuatu di bulan ini? Jika belum, mulailah….Saat ini juga.

One Response to “September, Selamat Datang… Itu saja”

  • Sarmi Yunianto:

    Indah….sangat indah….
    Semangat itu masih membara dan terus membara, tak kan pernah padam sampai kapanpun,
    Mungkin terlambat bebenah, tapi tak ada kata terlambat untuk menjadi yang lebih baik,,tidak bisa dari kemaren bebenah,detik ini juga harus tersadar dan mulai bergerak!!!
    Semangatmu menyemangatiku untuk tak pernah berhenti berusaha, berjuang dan berdoa.
    Semangatmu menyemangatiku untuk segera bebenah,
    Semangatmu mengobarkan semangatku,,,
    Semangatmu = Kekuatanku…

Leave a Reply

My Flickr
Dampo Awang

Pantai Kartini

Rokok dan Kopi Lelet

Bioskop Mini

Melelet Kopi

Plesetan Twilight Series

More Photos